KALAMANTHANA, Sampit – Warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, dibuat resah oleh aksi pencurian helm yang terekam kamera pengawas (CCTV) di kawasan Jalan H Imbran, Minggu 24 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setelah rekaman video yang diduga memperlihatkan aksi pencurian itu beredar luas di media sosial dan grup percakapan warga.

Dalam video tersebut, terlihat seorang perempuan mengenakan masker dan mengendarai sepeda motor melintas perlahan di depan salah satu rumah warga.

Tak berselang lama, perempuan tersebut terlihat berhenti di dekat sepeda motor yang terparkir di depan rumah. Setelah memastikan situasi sekitar, pelaku kemudian mendekati kendaraan dan mengambil helm yang berada di atas sepeda motor.

Usai mengambil helm, perempuan itu langsung meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor yang dikendarainya. Aksi tersebut berlangsung cepat, hanya dalam hitungan detik.

Warga setempat, Wahid, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi di salah satu kompleks perumahan di Jalan H Imbran pada Minggu malam.

“Iya benar, kejadiannya di Jalan H Imbran di salah satu komplek perumahan," ujar Wahid saat dikonfirmasi, Senin 25 Mei 2026.

Saat ditanya terkait identitas perempuan yang terekam kamera pengawas, Wahid mengatakan hingga kini belum ada warga yang mengenali sosok tersebut.

“Hingga kini belum dikenali pelakunya,” katanya singkat.

Beredarnya rekaman CCTV itu memicu keresahan di kalangan warga sekitar. Pasalnya, kejadian tersebut terjadi di lingkungan permukiman yang selama ini relatif aman dan jarang terjadi kasus serupa.

Sejumlah warga mengaku kini mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir kendaraan di luar rumah. Masyarakat diimbau untuk tidak meninggalkan barang berharga, termasuk helm, di kendaraan tanpa pengamanan.

Warga berharap rekaman kamera pengawas yang beredar dapat membantu mengungkap identitas terduga pelaku. Mereka juga meminta masyarakat yang merasa mengenali ciri-ciri perempuan dalam video tersebut agar segera melaporkannya kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terkait laporan kepolisian atas dugaan kejadian tersebut. (*)