KALAMANTHANA, Tamiang Layang – Festival Nariuk VI di Lubuk Ulu Padang, Desa Pulau Patai, Kecamatan Dusun Timur, berlangsung semarak pada Sabtu (25/7/2026) dengan diikuti 269 peserta. Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, secara resmi membuka festival budaya tahunan ini yang dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai wilayah.  

Prosesi pembukaan ditandai penancapan tariuk, tombak tradisional untuk menangkap ikan, oleh Wakil Bupati bersama Kepala Desa Pulau Patai, Sumardi, dan tokoh adat. Setelah itu, ratusan peserta serentak turun ke sungai mengikuti kegiatan inti festival: menangkap ikan secara tradisional menggunakan tariuk.  

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya Ketua GOW Barito Timur, perwakilan DPRD, Wadanyon 924/Uria Mapas, Kabagops Polres, Plt Kepala Disbudparpora, perwakilan perusahaan, donatur, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ribuan pengunjung. Selain atraksi budaya, festival diramaikan bazar UMKM, hiburan musik, dan undian door prize.  

Wabup Adi Mula Nakalelu menyampaikan apresiasi atas gotong royong semua pihak. “Semoga Festival Nariuk menjadi contoh dan motivasi bagi desa lain untuk mengadakan kegiatan positif, melestarikan budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi desa,” ujarnya. Ia menekankan bahwa Nariuk bukan sekadar hiburan, tetapi media pelestarian tradisi lokal yang ramah lingkungan.  

Kepala Desa Pulau Patai, Sumardi, menjelaskan persiapan festival dilakukan selama dua minggu dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Festival digelar pada Juli sebagai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dukungan datang dari Pemkab Barito Timur, Karang Taruna, BPBD Damkar, perusahaan, donatur, hingga Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Barito Timur, Ariane Sinta Nakalelu HA Garu, yang menyumbangkan hadiah utama dua unit sepeda listrik.  

Festival Nariuk merupakan tradisi masyarakat Dayak Barito Timur yang diwariskan turun-temurun. Selain melestarikan kearifan lokal, festival ini dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya yang memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi desa melalui UMKM dan pariwisata. (Anigoru).