KALAMANTHANA, Palangka Raya – Meski pendatang baru, Isen Mulang Kalteng FC bukanlah klub dengan nilai pasar terendah. Mereka bahkan mengungguli Malut United yang kini bertransformasi jadi Java United FC.
Isen Mulang Kalteng FC adalah klub pendatang baru di Kompetisi Indonesia Super League 2026/2027. Mereka merupakan transformasi dari klub promosi Adhyaksa FC.
Isen Mulang Kalteng FC terus mempersiapkan diri mengarungi Kompetisi Indonesia Super League 2026/2027. Salah satunya, dengan mendatangkan banyak pemain baru.
Sejumlah nama anyar yang memberi harapan masuk bergabung dengan Isen Mulang Kalteng FC. Beberapa di antaranya adalah Vinicius Baiano, Adilson Silva, Modou Manneh, Adriel Fernandez, hingga Leo Lelis.
Bergabungnya beberapa pemain baru itu membuat nilai pasar Isen Mulang Kalteng FC pun meningkat cukup tajam. Mereka menjadikan klub tersebut bukanlah penghuni dasar klasemen nilai pasar pemain meski merupakan klub debutan.
Total, dengan 31 pemain, Isen Mulang Kalteng FC kini memiliki nilai pasar mencapai Rp53,01 miliar.
Total nilai pasar itu menempatkan Isen Mulang Kalteng FC di posisi ke-16 sebagai klub dengan market value tertinggi di Kompetisi Indonesia Super League.
Posisi itu lebih baik dibandingkan dua klub lainnya yang musim lalu sudah berada di level tertinggi Indonesia Super League. Keduanya adalah Java United FC dan Persijap Jepara.
Java United FC yang merupakan nama baru Malut United, kini hanya memiliki market value Rp42,93 miliar. Itu terjadi setelah sejumlah pemain bintang mereka hengkang.
Adapun Persijap Jepara menjadi juru kunci nilai market value klub. Mereka hanya memiliki sekelompok pemain dengan market value Rp32,18 miliar.
Posisi teratas saat ini masih diduduki Persib Bandung. Juara bertahan yang kini mengoleksi banyak pemain naturalisasi tim nasional itu berada di posisi puncak dengan Rp165,91 miliar.
Tiga klub lain masuk kelompok klub dengan market value di atas Rp100 miliar. Mereka adalah Persija Jakarta, Bali United, dan Persebaya Surabaya.
Peringkat market value klub Indonesia Super League
1.Persib Bandung Rp165,91 miliar
2.Persija Jakarta Rp165,56 miliar
3.Bali United Rp107,07 miliar
4.Persebaya Surabaya Rp101,25 miliar
5.Dewa United Banten FC Rp84,74 miliar
6.PSIM Yogyakarta Rp84,30 miliar
7.Borneo FC Samarinda Rp82,48 miliar
8.Bhayangkara Presisi Lampung FC Rp78,39 miliar
9.Persik Kediri Rp75,61 miliar
10.Garudayaksa FC Rp75,18 miliar
11.Persita Tangerang Rp73,57 miliar
12.PSM Makassar Rp72,57 miliar
13.Arema FC Rp67,27 miliar
14.PSS Sleman Rp67,27 miliar
15.Madura United FC Rp62,75 miliar
16.Isen Mulang Kalteng FC Rp53,01 miliar
17.Java United FC Rp42,93 miliar
18.Persijap Jepara Rp32,16 miliar