KALAMANTHANA, Sampit – Di tengah kabut asap dan karhutla, sekelompok remaja Kotawaringin Timur ini seperti tak memiliki kepedulian. Aksi balapan liar tetap jalan.

Aksi tersebut setidaknya terlihat di Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Deru knalpot dan pacu motor secara liar terjadi pada Sabtu 29 Agustus 2026 malam.

Aksi itu diketahui warga setelah sejumlah kendaraan terlihat berkumpul di kawasan tersebut. Tak hanya berhenti di pinggir jalan, beberapa kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan melakukan kebut-kebutan.

Momen tersebut kemudian direkam warga. Rekaman memperlihatkan aktivitas sejumlah pemuda dan kendaraan yang berada di kawasan Jalan HM Arsyad. Video itu menjadi perhatian karena aksi dilakukan di jalan umum yang masih digunakan masyarakat.

Warga setempat, Agus, mengatakan aktivitas tersebut cukup mengganggu ketenangan lingkungan. Ia menilai jalan raya bukan tempat yang tepat untuk menguji kecepatan kendaraan, terlebih pada malam hari ketika jarak pandang dan kondisi lalu lintas berbeda dibanding siang hari.

“Yang kami khawatirkan bukan hanya suara atau keramaiannya. Kalau kendaraan melaju kencang di jalan umum, pengguna jalan lain juga bisa ikut terdampak. Mereka yang melintas tentu tidak siap kalau tiba-tiba ada kendaraan melaju dari arah tertentu,” ujar Agus.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian sebelum aktivitas serupa semakin sering terjadi. Ia berharap aparat tidak hanya datang ketika ada laporan atau setelah terjadi insiden, tetapi juga melakukan pemantauan secara berkala.

“Kalau memang sering terjadi, kami minta ada patroli. Jangan sampai nanti sudah ada korban atau kecelakaan baru ditindak,” katanya.

Agus menyebut keberadaan aksi balap liar juga membuat sebagian warga merasa waswas ketika harus melintas pada malam hari.

Pengendara yang tidak terlibat dalam aktivitas tersebut terpaksa meningkatkan kewaspadaan agar tidak terseret dalam situasi berbahaya.

Ia berharap aparat dapat memetakan waktu dan lokasi yang kerap digunakan untuk berkumpul sehingga pencegahan dapat dilakukan lebih efektif.

Menurutnya, kehadiran petugas di jam rawan akan menjadi langkah penting untuk mengurangi peluang aksi balap liar kembali berlangsung.

Warga juga mengingatkan para pemuda agar tidak menggunakan fasilitas umum sebagai arena adu kecepatan. Jalan raya memiliki fungsi untuk kepentingan bersama dan keselamatan seluruh pengguna harus menjadi prioritas.

Keresahan tersebut kembali mencuat setelah aksi balap liar di Jalan HM Arsyad terekam warga. Masyarakat kini menunggu langkah nyata aparat agar kawasan tersebut tidak terus berubah menjadi arena kebut-kebutan setiap akhir pekan. (su)