KALAMANTHANA, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara bergerak cepat menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG yang terjadi di wilayah Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) BBM dan LPG untuk memperkuat pengawasan sekaligus memastikan rantai distribusi berjalan sesuai ketentuan.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati saat memimpin rapat koordinasi terkait persoalan kelangkaan BBM di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Barito Utara, Kamis (10/9/2026).

Rapat koordinasi ini dihadiri Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekda Muhlis, perwakilan Polres, Dandim 1013 Muara Teweh, Kajari Barito Utara, sejumlah kepala perangkat daerah, Direktur Perusda Batara Membangun, hingga pimpinan SPBU setempat.

Dalam arahannya, Bupati Shalahuddin menegaskan persoalan kelangkaan BBM harus segera ditangani melalui langkah konkret dan terkoordinasi agar tidak berlarut-larut.

“Kita harus segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM ini. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Shalahuddin.

Ia menjelaskan, kehadiran Satgas BBM dan LPG sangat diperlukan untuk mengawasi pasokan dari hulu hingga hilir, sekaligus mengidentifikasi potensi sumbatan distribusi di lapangan.

Tak hanya itu, Bupati juga menginstruksikan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk tidak segan menindak oknum yang bermain dalam proses distribusi.

“Jika ditemukan adanya penyelewengan, lakukan penegakan hukum dan berikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pembentukan Satgas terpadu ini, Pemkab Barito Utara berharap ketersediaan BBM serta LPG dapat kembali stabil, aman, tertib, dan tepat sasaran demi menjaga roda perekonomian daerah. (sly)