KALAMANTHANA, Sampit – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat aktivitas masyarakat di ruang terbuka perlu dilakukan lebih hati-hati.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara sedang memburuk. Imbauan ini terutama ditujukan untuk kegiatan olahraga yang membutuhkan banyak tenaga dan berlangsung dalam waktu cukup lama.

Langkah tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya aman. Olahraga tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran, tetapi waktu, tempat dan intensitasnya perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim Muhammad Irfansyah mengatakan, kondisi kualitas udara menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan sebelum kegiatan olahraga dilaksanakan.

“Olahraga tetap penting, tetapi jangan sampai aktivitas untuk menjaga kebugaran justru dilakukan ketika kondisi udara sedang tidak mendukung. Karena itu, masyarakat perlu melihat situasi udara sebelum berolahraga di luar,” kata Irfansyah, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, paparan asap saat melakukan aktivitas fisik dapat membuat seseorang menghirup udara lebih banyak dibandingkan ketika melakukan aktivitas ringan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Sejumlah kegiatan seperti lari, sepak bola, senam bersama, bersepeda maupun latihan fisik berat lainnya di ruang terbuka dapat dipertimbangkan untuk ditunda apabila kualitas udara berada pada kondisi yang tidak sehat.

Dispora Kotim juga mengingatkan pengelola fasilitas olahraga, klub, komunitas, sekolah serta instansi pemerintah dan swasta agar tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan kegiatan, tetapi turut memperhatikan keselamatan peserta.

Penyesuaian jadwal latihan menjadi salah satu pilihan yang dapat dilakukan. Kegiatan juga dapat dipindahkan ke tempat yang lebih terlindung apabila tersedia fasilitas yang memenuhi syarat.

“Pengelola kegiatan sebaiknya tidak memaksakan latihan ketika kondisi udara kurang baik. Jadwal bisa diatur kembali atau kegiatan dialihkan ke tempat yang lebih sesuai, sehingga olahraga tetap berjalan tanpa mengesampingkan kesehatan peserta,” ujarnya.

Menurut Irfansyah, imbauan tersebut bukan berarti masyarakat harus menghentikan seluruh aktivitas olahraga. Sebaliknya, masyarakat tetap didorong menjaga kebugaran dengan memilih aktivitas yang lebih aman dan menyesuaikannya dengan kondisi udara.

Olahraga ringan di dalam ruangan dapat menjadi alternatif selama tempat tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik. Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi tubuh dan segera menghentikan aktivitas apabila mengalami keluhan seperti sesak, batuk, pusing atau rasa tidak nyaman saat beraktivitas.

Pemkab Kotim berharap kesadaran masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kabut asap masih terjadi.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla. Kondisi udara merupakan salah satu dampak yang dirasakan langsung masyarakat sehingga upaya pencegahan kebakaran menjadi tanggung jawab bersama.

Dengan kewaspadaan dan penyesuaian aktivitas, masyarakat tetap dapat menjaga kebugaran sekaligus melindungi kesehatan keluarga selama kondisi udara belum kembali normal. (su)