KALAMANTHANA, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan penyegaran jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan. Enam pejabat mendapat amanah baru sebagai camat dalam rangkaian penataan jabatan di lingkungan Pemkab Kotim, Jumat (11/9/2026).

Pengukuhan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Sampit dan menjadi bagian dari pelantikan sekitar 104 pejabat di lingkungan Pemkab Kotim. Penataan mencakup pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator hingga pengawas.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, penataan jabatan dilakukan sesuai kebutuhan organisasi. Rotasi dan promosi menjadi bagian dari upaya menjaga dinamika serta efektivitas pemerintahan, termasuk untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong dan memberikan penyegaran terhadap pejabat yang telah cukup lama berada pada posisi tertentu.

Bagi para pejabat yang baru menerima amanah, Halikinnor meminta agar segera menjalankan tugas dan memperkuat koordinasi di wilayah masing-masing. Menurutnya, camat memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat.

Salah satu perhatian utama saat ini adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kotim.

“Yang paling penting saat ini bagaimana kita bersama-sama menghadapi karhutla. Mari kita perkuat gotong royong dan sinergi agar persoalan ini bisa kita tangani secara bersama,” ujar Halikinnor.

Berikut enam pejabat yang mendapat amanah sebagai camat:

1. Dedi Jauhari – Camat Kota Besi

2. Muhammad Huzaifah – Camat Mentaya Hilir Utara

3. Zikrillah – Camat Baamang

4. Rendra Repalti Putra – Camat Telawang

5. Marslam Bernardo Umar – Camat Antang Kalang

6. Muhammad Fahrijal Rahmani – Camat Cempaga Hulu

Keenam camat tersebut diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan kelurahan, aparat, dunia usaha serta masyarakat. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan berbagai persoalan di wilayah dapat ditangani secara cepat dan pelayanan pemerintahan tetap berjalan optimal.

Selain penguatan penanganan karhutla, Halikinnor juga mengingatkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat di lingkungan Pemkab Kotim untuk tetap menjalankan efisiensi anggaran dengan memperhatikan program-program prioritas.

Efisiensi, menurutnya, harus tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Setiap perangkat daerah diharapkan mampu mengelola program secara efektif sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah.

Halikinnor menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan membutuhkan kekompakan seluruh perangkat daerah. Karena itu, para pejabat diminta membangun kerja sama yang solid, menjaga integritas dan memastikan program pemerintah dapat berjalan dengan baik.

Dengan penataan tersebut, Pemkab Kotim berharap roda pemerintahan semakin efektif dan pelayanan publik terus meningkat. Kehadiran para pejabat baru juga diharapkan membawa semangat baru dalam menjalankan pembangunan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh wilayah Kotim. (su)