KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 di Kabupaten Kapuas dirangkai dengan kegiatan saresehan Gerakan Pramuka yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Kapuas Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Budi Kurniawan, yang mewakili Bupati Kapuas HM Wiyatno selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kapuas.

Saresehan yang mengangkat tema “Peran Pramuka dalam Menciptakan Sekolah Ramah Anak” tersebut juga dirangkai dengan pemberian tanda penghargaan Pancawarsa kepada sejumlah anggota Gerakan Pramuka yang dinilai telah memberikan pengabdian dan dedikasi dalam kegiatan kepramukaan.

Dalam sambutan tertulis Bupati Kapuas HM Wiyatno yang dibacakan Budi Kurniawan, disampaikan bahwa peringatan Hari Pramuka hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan.

“Lebih dari itu, Hari Pramuka harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat kembali komitmen kita terhadap pembinaan generasi muda,” katanya.

Terkait pelaksanaan saresehan, Wiyatno menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.

Ia menegaskan, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap anak. Anak harus dapat belajar tanpa rasa takut serta mendapatkan perlakuan yang adil.

“Anak juga harus dihargai pendapatnya, dikembangkan potensinya, dan dilindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi maupun perundungan atau bullying. Dalam mewujudkan kondisi tersebut, Gerakan Pramuka memiliki peran yang sangat strategis,” ujar Wiyatno.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kapuas, Suwarno Muriyat, mengajak seluruh jajaran Gerakan Pramuka Kapuas, khususnya para pembina dan pelatih, untuk menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai ruang pembinaan yang humanis, menyenangkan, mendidik, serta bebas dari kekerasan dan perundungan.

“Mari kita jadikan gugus depan sebagai tempat yang membuat anak-anak merasa nyaman untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi dirinya,” kata Suwarno Muriyat. (fan)