KALAMANTHANA, Palangka Raya - Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, memantau langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Menteng di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan dan keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
“Pelayanan di Puskesmas Menteng tetap berjalan dengan baik. Kami melihat pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dilakukan, termasuk untuk kondisi darurat dan kebutuhan layanan selama 24 jam,” ujar Subandi, Jumat (2/10/2026).
Dari hasil pemantauan, Puskesmas Menteng tetap menyediakan layanan oksigen selama 24 jam serta instalasi gawat darurat (IGD) yang beroperasi sepanjang hari.
Pelayanan persalinan juga tetap berjalan. Hingga saat pemantauan dilakukan, tercatat tujuh orang telah melahirkan dan mendapatkan pelayanan di puskesmas tersebut.
“Untuk pelayanan IGD 24 jam dan pelayanan persalinan juga berjalan. Sampai sekarang sudah ada tujuh orang yang melahirkan di Puskesmas Menteng,” ungkapnya.
Subandi turut mencermati jumlah kunjungan pasien selama kabut asap melanda Kota Palangka Raya. Dalam kondisi normal, Puskesmas Menteng dapat melayani sekitar 150 pasien, sedangkan saat kabut asap jumlah kunjungan berada di kisaran 80 pasien.
Selain jumlah kunjungan, data pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga menjadi perhatian dalam pemantauan tersebut.
Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah pasien ISPA pada Agustus tercatat sebanyak 538 orang. Angka tersebut turun menjadi 374 orang pada September.
“Untuk pasien ISPA, dari data yang kami dapat, Agustus sebanyak 538 pasien dan September turun menjadi 374 pasien. Ini menjadi bagian yang kami lihat dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Puskesmas Menteng juga telah menyediakan pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menjalani kontrol maupun pengobatan rutin secara langsung di fasilitas tersebut.
Untuk meningkatkan kenyamanan dan mendukung pelayanan yang sesuai kebutuhan pasien, puskesmas juga memisahkan layanan bagi pasien anak dari pasien dewasa dan lanjut usia.
Dalam pemantauan itu, Subandi turut menerima informasi mengenai kekurangan tenaga terapis gigi dan mulut. Saat ini, Puskesmas Menteng membutuhkan tambahan dua tenaga setelah satu tenaga memasuki masa pensiun dan satu tenaga lainnya meninggal dunia.
Temuan tersebut menjadi perhatian dalam upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ketersediaan tenaga kesehatan dan kesiapan fasilitas dinilai penting agar kebutuhan warga tetap terpenuhi, terutama ketika kabut asap akibat karhutla masih menjadi ancaman. (Mit).