KALAMANTHANA, Palangka Raya  - Pemerintah Kota Palangka Raya diminta tidak hanya berfokus menata kawasan kumuh yang sudah ada, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan agar kawasan permukiman kumuh baru tidak bermunculan.

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, mengatakan upaya tersebut perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas lingkungan serta pembangunan permukiman yang sehat, layak, dan berkelanjutan.

“Jangan hanya menyelesaikan kawasan kumuh yang sudah ada. Pencegahan munculnya titik kumuh baru juga harus menjadi perhatian,” kata Syaufwan, Minggu (04/10/2026).

Menurutnya, penanganan kawasan permukiman harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari sanitasi, drainase, pengelolaan sampah, ketersediaan air bersih, hingga kondisi rumah warga.

Ia menilai, lingkungan yang sehat bukan sekadar berkaitan dengan penampilan kawasan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kalau lingkungan tidak dikelola dengan baik, kawasan kumuh bisa muncul kembali. Karena itu, program peningkatan kualitas lingkungan harus berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Syaufwan juga mendorong Pemko Palangka Raya melakukan pemetaan dan pengawasan secara berkala, terutama di wilayah yang berpotensi berkembang menjadi kawasan kumuh. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan dapat diidentifikasi dan ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Selain pembangunan fisik, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan permukiman.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan agar upaya penataan kawasan kumuh tidak hanya menghasilkan perbaikan sementara, tetapi juga mampu menjaga kualitas lingkungan dalam jangka panjang. (Mit).