KALAMANTHANA, Sampit– Suasana dini hari yang semula tenang di Desa Pemantang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak berubah mencekam saat kobaran api melahap permukiman warga, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Di tengah gelapnya malam, api membesar dan membakar rumah warga hingga membuat penghuni bergegas menyelamatkan diri serta barang-barang berharga yang masih bisa dijangkau. Sebanyak empat rumah terdampak dalam peristiwa tersebut, dengan tiga di antaranya dilaporkan hangus terbakar.

Kebakaran yang terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap itu menyisakan kepanikan dan kerugian besar bagi keluarga terdampak. Kobaran api melalap bangunan rumah, sementara upaya menyelamatkan harta benda di tengah situasi darurat tidak sepenuhnya berhasil. Sebagian besar barang milik penghuni tidak sempat diselamatkan.

Warga setempat berinisial J membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyebut empat rumah warga terdampak akibat kejadian yang berlangsung pada dini hari itu.

“Api membakar empat rumah warga. Sebagian besar bangunan tidak bisa diselamatkan, bahkan tiga rumah hangus terbakar,” ungkap J.

Besarnya kobaran api membuat penghuni harus mengutamakan keselamatan diri. Dalam situasi yang serba terbatas, sebagian warga berusaha mengeluarkan barang-barang penting dari dalam rumah sebelum api meluas. Namun, tidak semua harta benda berhasil diselamatkan, sehingga kebakaran tersebut meninggalkan kerusakan berat pada rumah-rumah yang terdampak.

Tiga rumah dilaporkan hangus terbakar, sedangkan dari satu rumah lainnya barang-barang masih sempat diselamatkan. Dampak kebakaran itu membuat sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus menghadapi kondisi sulit setelah kejadian.

Pascakebakaran, para korban terpaksa mencari tempat berlindung sementara. Sebagian keluarga memilih menumpang di rumah kerabat untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sambil menunggu perkembangan penanganan lebih lanjut.

Kehilangan rumah dan barang-barang rumah tangga menjadi beban tersendiri bagi para korban. Mereka kini harus menata kembali kehidupan sehari-hari di tengah kerugian yang dialami. Kebutuhan tempat tinggal sementara menjadi salah satu hal penting yang harus dipenuhi setelah kebakaran.

Meski mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah rumah, peristiwa tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh penghuni yang terdampak disebut berhasil selamat.

Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai titik awal munculnya api maupun faktor yang memicu kebakaran tersebut.

Sementara itu, total kerugian material masih belum dapat dipastikan dan memerlukan pendataan lebih lanjut. Informasi mengenai penanganan pascakebakaran serta kemungkinan bantuan bagi keluarga terdampak juga masih menunggu keterangan dari pihak terkait. (su)