KALAMANTHANA, Palangka Raya – Tiba-tiba saja, akun Instagram Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah @disdikkalteng diserbu warganet. Apa yang terjadi?

Unggahan akun @disdikkalteng yang biasanya hanya dikomentari belasan netizen, hari-hari ini justru dibanjiri. Unggahan terakhir bahkan sudah 2.474 komentar.

Komentar yang muncul cukup menyudutkan sikap Dinas Pendidikan Kalteng. Yang dikritik netizen adalah sikap lembaga tersebut menolak bantuan dari Humanies Project.

Rupanya, saat karhutla melanda Kalimantan Tengah disertai dengan kualitas udara yang buruk, Humanies Project menginisiasi program “Sekolah Aman Asap”.

Program tersebut dimaksudkan untuk mendukung perlindungan kesehatan anak di tengah ancaman kabut asap.

“Program ini disusun sesuai dengan Pedoman Penyelenggaraan Sekolah Anak dari kabut asap yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2018,” sebut Humanies Project dalam rilisnya.

Untuk program tersebut, Humanies Project bekerja sama dengan dua sekolah, yakni SD Negeri 8 Palangka Raya dan SKH Negeri 1 Palangka Raya.

Bantuan yang diserahkan adalah pemurni udara (air purifier) agar ruang kelas aman asap. Fasilitas itu pun sudah dipasang di kedua sekolah tersebut.

Tetapi, pada 27 Oktober 2026, Humanies Project mendapat informasi bahwa bantuan yang ditelah diinstalasi itu, ditangguhkan oleh pihak sekolah atas perintah Dinas Pendidikan Kalteng.

Keputusan Dinas Pendidikan Kalteng itulah yang membuat publik heran. Sebagian besar menyesalkan langkah tersebut dan mengingatkan bahwa di tengah bencana, pengaplikasian rakyat bantu rakyat bukanlah kesalahan.

Sebagian di antara mereka bahkan curiga bahwa penolakan itu bertendensi politis. Terutama karena Humanies Project adalah kelompok anak-anak muda pendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024 lalu.

Kekesalan netizen itulah yang membanjiri akun Instagram Dinas Pendidikan Kalteng.

Salah seorang warganet, diduga berawal dari Berau, yakni @hadiahku_berau termasuk salah satu yang mengkritik Dinas Pendidikan Kalteng.

“Mau sengaja bikin anak-anak sakit paru-paru apa bagaimana ini?” tulisnya.

Warganet lain pun mempertanyakan apa alasan Disdik Kalteng melakukan tindakan seperti itu. “Alasan bantuan yang sudah diinstalasi di SDN 8 Panarung itu ditangguhkan kenapa?”

Ada pula netizen yang menyorot soal wilayah tugas Disdik Kalteng. “Kok Disdik Provinsi ngatur SD? Emang gak baca UU Nomor 23 Tahun 2014” tanyanya. (*)