KALAMANTHANA, Kasongan – Pembangunan siring drainase di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Kasongan, yang bersumber dari APBD Kabupaten Katingan Tahun Anggaran 2026 kini telah hampir rampung. Kendati demikian, penutupan siring drainase menggunakan plat deker baru menyasar beberapa titik lokasi tertentu.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Katingan, Dewi Untari, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Amir, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2026).

Amir menjelaskan, penutupan siring drainase menggunakan plat deker pada tahun ini diprioritaskan untuk titik-titik krusial akibat keterbatasan anggaran. Titik tersebut mencakup akses jalan masuk menuju perumahan warga—seperti Jalan Nenas, Jalan Rambutan, dan Jalan Sawit—serta area di depan pertokoan, tempat usaha, dan perkantoran.

“Penutupan plat deker dilakukan di lokasi strategis, seperti di depan Sekretariat DP MUI Kabupaten Katingan dan Kantor Kemenag Katingan. Karena anggarannya terbatas, penutupan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Semoga pada APBD 2027 mendatang, Pemkab Katingan melalui DPUPR kembali menganggarkan penutupan untuk seluruh siring drainase,” terang Amir.

Selain penutupan plat deker, pihak dinas juga akan segera menimbun bagian luar bekas galian siring drainase menggunakan tanah urus yang dilanjutkan dengan pemadatan menggunakan alat berat. Langkah ini diambil guna menjawab kekhawatiran warga terkait akses lalu lintas.

“Hari ini ekskavator dan sejumlah alat berat mulai diturunkan ke lokasi. Penimbunan dan pemadatan ini dilakukan agar sisi kiri dan kanan Jalan Soekarno-Hatta terlihat rapi serta nyaman dilewati, baik oleh pengendara maupun pejalan kaki,” tambahnya.

Lebih lanjut, Amir mengungkapkan bahwa setelah pekerjaan siring dan penimbunan selesai, Dinas PUPR Katingan melalui Bidang Cipta Karya berencana mengusulkan anggaran pada T.A. 2027 untuk pembenahan estetika kota. Rencana tersebut mencakup pemasangan lampu penerangan jalan dan pembangunan gapura di gerbang masuk Jalan Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, sejumlah warga di sekitar Jalan Soekarno-Hatta sempat mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut. Warga mengeluhkan bekas galian yang masih berlubang karena menyulitkan akses kendaraan dari Jalan Soekarno-Hatta menuju Jalan Tengkuhis dan sekitarnya.

“Jika tidak segera ditimbun, warga kesulitan melintas menuju Jalan Tengkuhis. Padahal di area tersebut banyak pemukiman warga dan ada bangunan TK Fantasi,” ujar salah seorang warga setempat. (sly)