Warga Penajam! Waspada Melaut Siang dan Sore Ini, Ancaman Angin Kencang Mendadak Masih Ada

Penulis: Redaksi  •  Senin, 25 Mei 2026 | 09:12:10 WIB

KALAMANTHANA, Penajam – Kecelakaan laut yang menewaskan Rizqi Andrianto membawa kabar duka. Agar peristiwa serupa tak terjadi, hari ini warga Penajam perlu mewaspadai ini.

Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah potensi munculnya kembali angin kencang tiba-tiba atau gusty. Potensi itu belum hilang dari perairan Penajam dan Balikpapan.

BMKG sendiri memperkirakan kecepatan angin di Kabupaten Penajam Paser Utara pada Senin 25 Mei 2025 ini berkisar antara 3 km/jam hingga 5 km/perjam.

Meskipun tergolong rendah, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kalimantan Timur, termasuk angin kencang berdurasi singkat saat terjadi hujan badai.

Di Penajam Paser Utara, sepanjang pagi ini, pukul 06.00-11 Wita, diperkirakan kecepatan angin berhembus lambat sekitar 3 km/jam dari arah barat ke barat daya. Kondisi cuaca didominasi berawan hingga hujan ringan.

Pada siang hingga sore, yakni 12.00-17.00 Wita, kecepatan angin berada di kisaran 2-3 km/jam. Angin bergerak dari arah selatan menuju barat daya.

Dalam rentang waktu tersebut, yang perlu diwaspadai adalah potensi terjadinya hujan disertai petir. Jika itu terjadi, maka akan berpeluang memicu hembusan angin kencang mendadak.

Adapun pada malam hari, kecepatan angin akan stabil di kisaran 2-3 km/jam dari arah barat. Cuaca diperkirakan mengalami hujan petir pada awal malam, berlanjut ke hujan ringan.

Kondisi cuaca dan juga pergerakan angin, akan berpengaruh pada tingkat tinggi-rendahnya gelombang laut di wilayah perairan Penajam dan Balikpapan.

BMKG sendiri memperkirakan secara umum tinggi gelombang laut masuk kategori rendah. Kisarannya antara 0,5-0,6 meter.

Hanya saja, fenomena gusty atau angin kencang sesaat di tengah cuaca ekstrem, dapat memicu kenaikan gelombang laut secara mendadak di Teluk Balikpapan.

Kemungkinan terjadinya angin kencang dadatan itu berpotensi memacu kecepatan angin melonjak secara tiba-tiba, hingga 13 knot saat terjadi pertumbuhan awan hujan.

Karena itu, BMKG memberikan imbauan kepada warga untuk menghindari melaut saat awan gelap. Awan konvektif (cumulonimbus) sering memicu angin kencang tiba-tiba dan gelombang tinggi sesaat yang berbahaya bagi perahu kecil. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top