KALAMANTHANA, Sampit – Warga Desa Padas, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dihebohkan dengan penemuan seekor buaya berukuran cukup besar yang diduga telah mati di tepi sungai, Kamis (9/7/2026).

Rekaman video penemuan satwa liar tersebut pun dengan cepat beredar di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.

Berdasarkan video yang beredar, buaya berukuran cukup besar itu terlihat berada di atas sebuah lanting milik warga di pinggir sungai. Kondisinya tampak dengan mulut menganga dan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda pergerakan, sehingga diduga telah mati sebelum ditemukan.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga yang berada di lokasi memberanikan diri mendekat untuk memastikan keadaan buaya. Bahkan beberapa di antaranya tampak menyentuh tubuh reptil tersebut karena yakin satwa itu sudah tidak bernyawa.

Meski demikian, tindakan tersebut tetap dinilai berisiko karena belum dapat dipastikan apakah satwa tersebut benar-benar mati atau hanya dalam kondisi lemah.

"Benar, buaya sudah mati saat ditemukan," ujar seorang warga setempat berinisial D.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui penyebab kematian buaya tersebut. "Tidak tahu penyebabnya. Pas saya habis memvideo sudah pulang. Warga sudah banyak berkumpul," katanya.

Video penemuan buaya itu dalam waktu singkat menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam komentar dari warganet.

Sebagian mempertanyakan penyebab kematian reptil tersebut, sementara lainnya berharap bangkai buaya segera dievakuasi agar tidak mencemari lingkungan maupun membahayakan warga yang beraktivitas di sekitar sungai.

Belum diketahui apakah buaya tersebut mati karena faktor usia, sakit, terluka akibat konflik dengan sesama buaya, atau penyebab lainnya. Penanganan lebih lanjut masih menunggu pemeriksaan dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengenai penyebab kematian maupun proses evakuasi bangkai buaya tersebut. Penyebab pasti kematian satwa liar itu masih belum diketahui.

Masyarakat diimbau tidak mendekati, memindahkan, ataupun menyentuh satwa liar yang ditemukan dalam kondisi mati maupun diduga mati tanpa pengawasan petugas.

Selain berpotensi membahayakan keselamatan, bangkai satwa juga dapat menjadi objek pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Warga yang menemukan satwa liar, baik hidup maupun mati, sebaiknya segera melaporkannya kepada BKSDA atau aparat setempat agar dapat ditangani sesuai prosedur.

Di sisi lain, masyarakat yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai juga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, mengingat kawasan tersebut merupakan habitat alami buaya dan masih berpotensi menjadi tempat munculnya satwa liar lainnya. (su)