KALAMANTHANA, Jakarta – Iran mengaku telah menahan 500 orang mata-mata yang bekerja untuk Israel dan Amerika Serikat.

Kepala Keamanan Iran, Ahmad Reza Radan, mengatakan pihaknya menahan mata-mata yang bekerja untuk musuh, termasuk media anti-Iran.

Para mata-mata itu berkeliaran untuk memberikan data-data bagi kepentingan musuh dalam serangan terhadap Iran.

“Iran telah menahan 500 mata-mata. Merekalah yang mengirimkan informasi kepada musuh dan media anti-Iran,” kata Radan seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Dia menambahkan bahwa 250 dari mereka yang ditahan memberikan informasi tentang serangan. Mereka memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok tertentu serta berupaya mengganggu ketertiban umum.

Iran telah menyerang wilayah Israel dan target militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.

Hari pertama aksi militer itu mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur, dan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga porak-poranda setelah dibombardir pasukan AS. (*)