KALAMANTHANA, Muara Teweh - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), menghadapi kendala terutama terkait ketersediaan lahan dan operasional di lapangan.

Kepala Disnakertranskop UKM Barito Utara, M. Mastur, menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dipaparkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Barito Utara, Rabu (8/4/2026). “Hal ini telah disimak dan ditampung oleh para anggota legislatif untuk nantinya dipetakan serta dicarikan solusi,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Mastur menjelaskan, kendala utama adalah sulitnya mendapatkan lahan strategis yang bebas banjir dan siap bangun. Selain itu, belum tersedianya kantor atau gerai representatif, keterbatasan SDM, serta belum adanya perencanaan usaha sesuai potensi lokal turut memperlambat pengembangan koperasi.

Ia menambahkan, keterbatasan permodalan dan dukungan anggaran dari Dana Desa yang masih dalam proses juga menjadi faktor penghambat. Adanya pengurus yang mengundurkan diri serta belum tersedianya anggaran operasional di tingkat kelurahan semakin memengaruhi jalannya program.

Berdasarkan data Disnakertranskop UKM, hingga kini terdapat 55 KDMP yang belum memiliki lahan atau lokasi untuk pembangunan gerai fisik. Pemerintah daerah berharap melalui koordinasi bersama DPRD dan pihak terkait, berbagai kendala tersebut dapat segera diatasi agar KDMP berfungsi optimal dalam mendukung perekonomian masyarakat desa. (Sly).