KALAMANTHANA, Sampit – Banjir di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur terus meluas akibat meningkatnya debit air Sungai Mentaya yang dipicu hujan deras di kawasan hulu.

Sejumlah wilayah di Kotawaringin Timur dilaporkan terdampak genangan dengan ketinggian air bervariasi pada Jumat 15 Mei 2026.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur pada pukul 10.17 WIB, daerah terdampak meliputi Desa Sungai Hanya Kecamatan Antang Kalang, Desa Tumbang Sangai Kecamatan Telaga Antang, dan Kelurahan Kuala Kuayan Kecamatan Mentaya Hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan banjir yang terjadi merupakan dampak kiriman air dari wilayah hulu Sungai Mentaya setelah curah hujan tinggi mengguyur beberapa hari terakhir.

“Air hujan dari hulu Sungai Mentaya menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke sejumlah wilayah,” ujarnya, Sabtu 16 Mei 2026.

Di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, BPBD menyebut situasi masih fluktuatif dan sangat bergantung pada kondisi cuaca di kawasan hulu sungai.

Sementara itu, banjir di Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, masih merendam sedikitnya tiga RT dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.

Genangan lebih tinggi terjadi di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu. Air merendam sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Pelangkong, Jalan Kuayan–Bawan, Jalan Kuayan–Sapiri hingga Gang Rawa Indah.

BPBD mencatat kedalaman air di kawasan tersebut mencapai 25 hingga 75 sentimeter di atas permukaan jalan sehingga mulai mengganggu aktivitas warga dan arus transportasi.

Meski genangan meluas, BPBD memastikan hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Sebagian besar rumah penduduk masih dalam kondisi aman karena air lebih banyak menggenangi badan jalan dan kawasan rendah.

“Masih tergenang di badan jalan, rumah masih posisi aman,” jelas Multazam.

Selain itu, titik pemantauan banjir di depan rumah jabatan Camat Mentaya Hulu juga masih berada dalam status aman dan terus dipantau petugas BPBD.

Pemerintah daerah melalui BPBD Kotim saat ini terus melakukan monitoring perkembangan debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat di kawasan hulu Sungai Mentaya.

Warga yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah rawan banjir diimbau tetap waspada, terutama saat malam hari ketika debit air berpotensi naik secara tiba-tiba. (su)