KALAMANTHANA, Sampit – Niat membeli beras murah untuk kebutuhan usaha justru berujung kerugian bagi Jamilah (56), seorang pedagang nasi kuning warga Gang Usman Harun II, Gang Gudang Kuning, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Ia menjadi korban penipuan setelah beras yang dibelinya dari seorang pria tak dikenal ternyata berisi pasir putih.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Jamilah sedang berbincang dengan tetangganya di depan rumah ketika seorang pria datang menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna biru dan menawarkan beras premium dengan harga lebih murah dari pasaran.

Karena tertarik dengan harga yang ditawarkan, Jamilah kemudian membeli sekitar 20 kilogram beras. Sementara seorang tetangganya turut membeli sekitar 10 kilogram. Dari transaksi tersebut, total kerugian yang dialami keduanya diperkirakan mencapai sekitar Rp400 ribu.

“Waktu itu tidak ada curiga sama sekali. Orangnya seperti pedagang biasa,” ujar Jamilah saat ditemui di kediamannya, Senin (8/6/2026).

Sebelum transaksi dilakukan, pelaku sempat menunjukkan bagian atas isi karung yang tampak seperti beras premium berkualitas baik. Kondisi karung yang terlihat rapi membuat korban semakin yakin dan tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Namun setelah pelaku meninggalkan lokasi, Jamilah mulai memeriksa isi karung tersebut. Ia terkejut karena beras hanya berada di bagian atas, sedangkan sebagian besar isi karung ternyata berupa pasir putih.

“Pas dibuka ternyata berasnya cuma sedikit di bagian atas, di bawahnya pasir semua. Saya kaget sekali,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, Jamilah mengaku kecewa karena beras yang dibelinya rencananya akan digunakan untuk kebutuhan usaha nasi kuning yang setiap hari dijalankannya, sekaligus untuk kebutuhan rumah tangga.

Dari ciri-ciri yang masih diingat korban, pelaku merupakan pria berusia sekitar 30 tahun, memiliki tinggi badan sekitar 160 sentimeter, berkulit sawo matang, mengenakan hoodie hitam, dan mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna biru.

Jamilah berharap kejadian serupa tidak menimpa warga lainnya. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap penawaran barang dengan harga jauh di bawah pasaran, terutama yang ditawarkan oleh orang yang tidak dikenal.

“Kalau ada yang menawarkan beras murah, sebaiknya diperiksa dulu sebelum dibeli agar tidak tertipu seperti saya,” pesannya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan berkedok penjualan kebutuhan pokok yang masih kerap terjadi di lingkungan permukiman warga.(su)