KALAMANTHANA, Sampit – Sebuah rumah kayu di Jalan Metro TV Gang Bumi Daya III Jalur 3, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, hangus dilalap si jago merah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pada Sabtu 20 Juni 2026 siang itu. Namun seluruh bangunan beserta harta benda di dalamnya tidak berhasil diselamatkan.

Kebakaran pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 12.42 WIB. Tak lama setelah menerima informasi, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 12.55 WIB.

Saat petugas datang, api telah menguasai hampir seluruh bagian rumah yang berukuran sekitar 4 x 5 meter itu. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat kobaran api cepat membesar dan menghanguskan bangunan dalam waktu singkat.

Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi, mengatakan hingga kini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Berdasarkan keterangan pemilik rumah, saat kejadian bangunan dalam keadaan kosong sehingga tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan api mulai muncul.

“Rumah dalam keadaan tidak berpenghuni saat kebakaran terjadi dan pemilik sedang tidak berada di lokasi. Karena itu, sumber awal api belum dapat dipastikan dan masih menunggu penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Menurutnya, warga tidak sempat melakukan penanganan awal karena api sudah terlanjur membesar. “Ditambah lagi bangunan berbahan kayu sehingga proses perambatan api berlangsung sangat cepat,” katanya.

Petugas kemudian melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Setelah berhasil dilokalisir, proses dilanjutkan dengan pendinginan dan pemeriksaan guna memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa.

Rumah tersebut diketahui milik Ijul (52), yang tinggal seorang diri. Selain bangunan utama, sejumlah barang berharga ikut musnah terbakar, di antaranya spring bed, perabot rumah tangga, pakaian, dan persediaan sembako.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja, termasuk saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong.

Disdamkarmat Kotim mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan tidak ada potensi sumber api sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama.

“Pencegahan tetap menjadi langkah paling penting. Pastikan instalasi listrik aman dan kondisi rumah benar-benar terkendali sebelum ditinggalkan,” tutup Hery. (su)