KALAMANTHANA, Sampit – Rumah di Jalan Metro TV, Kelurahan Ketapang, Kotawaringin Timur itu sudah hangus. Tinggal tersisa puing-puing hitam. Tapi, hingga kini, belum ketahuan apa penyebab kebakaran.

Rumah kayu tersebut terbakar pada Sabtu 20 Juni 2026 siang. Rumah milik Ijul itu, saat kebakaran terjadi, sedang dalam kondisi tak berpenghuni.

Tapi, karena itu pula, petugas kesulitan mengidentifikasi dari mana awal mula peristiwa. Saat petugas Disdamkarmat Kabupaten Kotawaringin Timur datang, api sudah berkobar.

Tak hanya itu, warga sekitar yang lebih dulu mengetahui kebakaran itu, juga tak bisa berbuat banyak. Saat mereka datang, kobaran sudah membesar sehingga upaya penyelamatan bangunan nyaris tak memungkinkan dilakukan.

“Warga tidak sempat melakukan penanganan awal karena api sudah terlanjur membesar. Ditambah lagi bangunan berbahan kayu sehingga proses perambatan api berlangsung sangat cepat,” kata Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi.

Seorang warga sekitar, AN, membenarkan hal itu. Dia menyebutkan penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum dapat dipastikan dan masih dalam proses pendataan serta penyelidikan lebih lanjut.

“Belum diketahui kebakaran ini kerana apa karena saat saya kesana api sudah padam oleh petugas Damkar,” katanya singkat.

Menurutnya, saat kejadian tak berselang lama, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke rumah-rumah warga lainnya yang berada cukup berdekatan di kawasan tersebut.

Petugas kemudian melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Setelah berhasil dilokalisir, proses dilanjutkan dengan pendinginan dan pemeriksaan guna memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa.

Rumah tersebut diketahui milik Ijul (52), yang tinggal seorang diri. Selain bangunan utama, sejumlah barang berharga ikut musnah terbakar, di antaranya spring bed, perabot rumah tangga, pakaian, dan persediaan sembako. (*)