KALAMANTHANA, Tulungagung – Keluar dari wahana rumah hantu, BNW meregang nyawa. Polisi pun terus melakukan penelisikan.

BNW ditemukan meninggal dunia di area basecamp parkiran pusat perbelanjaan di Jalan Diponegoro, Kelurahan Tamanan, Tulungagung, Jawa Timur. Saat itu, dia baru saja keluar dari wahana rumah hantu.

BNW adalah warga Desa Beji, Kecamatan Boyonglangu, Kabupaten Tulungagung. Dia meninggal dunia pada Rabu 29 Juli 2026.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sekitar pukul 14.28 WIB BNW bersama rekannya memasuki wahana rumah hantu yang berada di area Basecamp Apollo Supermall.

Beberapa menit kemudian, dia keluar dari wahana. BNW sempat berlari, lalu berdiri di depan pintu keluar sebelum tiba-tiba pingsan dan terjatuh.

Saat terjatuh, wajah korban membentur kursi yang berada di sekitar lokasi.

Melihat kejadian tersebut, saksi bersama petugas di lokasi segera melakukan pengecekan terhadap kondisi korban.

Setelah dipastikan korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, pihak pengelola langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tulungagung Kota.

Personel Polsek Tulungagung Kota segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Tulungagung dan Tim Emergency Medical Response (TERM) RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk melakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis bersama tenaga medis, korban telah dinyatakan meninggal dunia saat dilakukan pemeriksaan.

Petugas juga menemukan luka pada bagian pipi sebelah kiri yang diduga terjadi akibat benturan dengan kursi saat korban terjatuh dalam kondisi pingsan.

Hingga saat ini, Kepolisian masih melakukan pendalaman dan memastikan seluruh penanganan dilakukan sesuai prosedur.

Kapolsek Tulungagung Kota Kompol Puji Hartanto menyampaikan setiap laporan masyarakat ditangani secara cepat, profesional, dan sesuai standar operasional.

“Begitu menerima laporan, anggota kami langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis dan tenaga medis guna memastikan kronologi kejadian secara objektif,” katanya.

Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai. (*)