KALAMANTHANA, Palangka Raya – Pagi-pagi, warga Kota Palangka Raya sudah disambut kualitas udara yang sangat tidak sehat. Tapi ada titik cukup aman, dimana?

Terpantau dari laman bmkg.go.id pada Minggu 30 Agustus 2026 pukul 05.56 WIB, kondisi kualitas udara Kota Palangka Raya kini berada dalam kondisi sangat tidak sehat.

Saat ini, dalam perhitungan konsentrasi partikulat (PM 2.5), ukuran kualitas udara di Kota Palangka Raya berada di angka 171,7 ug/m.

Angka itu jauh dari kondisi baik. Dalam perhitungan BMKG, sebuah wilayah disebut memiliki kualitas udara baik pada ukuran 0-15,5 ug/m.

Kota Palangka Raya kini menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Jauh melampaui Kota Jakarta yang saat bersamaan masuk 10 kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Turunnya kualitas udara Kota Palangka Raya mulai terjadi pada pagi ini. Pada sekitar pukul 03.00 WIB, kondisinya masih tidak sehat, yakni berada pada 150,4 ug/m.

Sejam kemudian, kualitas udara Kota Palangka Raya mulai masuk zona sangat tidak sehat, menjadi 171,7 ug/m.

Kota Palangka Raya hanya kalah buruk dibanding Kubu Raya di Kalimantan Barat. Kualitas udara Kubu Raya berada pada 325,8 ug/m dan dinyatakan dalam kondisi berbahaya.

Menurut IQAir, kualitas udara sangat tidak sehat Palangka Raya terutama terasa di Stasiun Jalan Tjilik Riwut. Polutan utamanya sudah mencapai 341 ug/m dan berada dalam klasifikasi berbahaya.

Untungnya, tak semua wilayah Kota Palangka Raya dalam kondisi seperti itu. Di Stasiun Jekan Raya, kualitas udara bahkan masih dalam taraf baik. Polutannya, menurut AQAir hanya 57 ug/m. (*)