KALAMANTHANA, Sampit – Pemandangan tak biasa mulai terlihat di sepanjang aliran Sungai Mentaya, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat debit air sungai perlahan menyusut dan membuka bagian tepian yang selama ini terendam.

Hamparan pasir kini terlihat di sejumlah titik. Daratan yang sebelumnya berada di bawah permukaan air perlahan muncul, membentuk tepian luas dengan warna pasir yang kontras dengan aliran Sungai Mentaya.

Perubahan tersebut membuat karakter sungai ikut berubah. Aliran air terlihat lebih sempit dibandingkan kondisi ketika debit masih tinggi, sementara ruang terbuka di sisi sungai semakin melebar.

Bagi masyarakat sekitar, fenomena ini menjadi pemandangan yang cukup menarik. Tepian yang sebelumnya tidak dapat digunakan karena tertutup air kini menjadi ruang terbuka yang bisa didatangi.

Terutama menjelang sore, kawasan tersebut mulai ramai. Warga berdatangan untuk duduk santai, berbincang bersama keluarga, maupun sekadar menikmati suasana Sungai Mentaya yang kini tampil dengan wajah berbeda.

Kondisi surutnya Sungai Mentaya tidak hanya terlihat di satu lokasi. Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah desa yang berada di kawasan Mentaya Hulu, seperti Desa Tanjung Bantur, Baampah, Kawan Batu, dan Penda Durian.

Di beberapa titik, hamparan pasir tampak memanjang mengikuti lekukan sungai. Permukaan yang sebelumnya tidak terlihat kini menjadi bagian dari lanskap sungai, menciptakan pola baru di sepanjang tepian.

Kemunculan daratan tersebut menjadi salah satu tanda yang paling mudah dilihat dari perubahan musim. Berkurangnya hujan menyebabkan pasokan air ke sungai ikut berkurang, sehingga permukaan air secara perlahan mengalami penurunan. (su)