KALAMANTHANA, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, mendukung Program Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) APBD Kabupaten Barito Utara Tahun 2026.

Menurutnya, calon kepala sekolah tidak cukup hanya menguasai teori kepemimpinan dan pengelolaan sekolah. Mereka juga perlu memiliki pengalaman serta pemahaman terhadap kondisi nyata di lapangan.

“Calon kepala sekolah harus memiliki kemampuan memimpin, mengelola sumber daya sekolah, membangun komunikasi dan kolaborasi, serta mampu mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan,” ujar Patih Herman AB di Muara Teweh, Senin (7/9/2026).

Ia menilai pembelajaran berbasis pengalaman melalui kunjungan kepada kepala sekolah mentor menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengembangan kompetensi peserta BCKS.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung pelaksanaan tugas kepala sekolah, mulai dari pengelolaan program, pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan, pemanfaatan sumber daya hingga menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif.

Menurut Patih, pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan. Peserta perlu mampu menerapkannya dan mengembangkan praktik positif tersebut ketika nantinya dipercaya memimpin satuan pendidikan.

“Belajar dari pengalaman kepala sekolah mentor akan memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai tantangan dan tanggung jawab seorang pemimpin sekolah. Dari sana mereka bisa mengambil pembelajaran yang positif dan menyesuaikannya dengan kebutuhan sekolah masing-masing,” katanya.

Patih menilai kualitas kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan satuan pendidikan. Kepala sekolah tidak hanya dituntut mampu mengelola administrasi, tetapi juga menjadi pemimpin pembelajaran dan penggerak bagi guru, tenaga kependidikan, peserta didik serta seluruh warga sekolah.

Karena itu, ia berharap pelaksanaan BCKS APBD Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 dapat melahirkan calon kepala sekolah yang profesional, berintegritas dan adaptif.

Selain itu, peserta diharapkan memiliki kemampuan mengelola sekolah secara efektif serta mampu menghadapi berbagai tantangan pendidikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. (Sly).