KALAMANTHANA, Sampit – Langit di Sampit, Kotawaringin Timur, terlihat cerah di pagi hari. Padahal, kualitas udaranya saat ini terburuk di Kalimantan Tengah.

Terpantau dari laman IQAir pada Kamis 10 September 2026 pukul 15.45 WIB, kualitas udara di Sampit, Kotawaringin Timur, saat ini menduduki peringkat teratas sebagai wilayah dengan udara terburuk.

Saat ini, status kualitas udara di Sampit berada pada indeks 1.234 AQI/US. Ini merupakan angka tertinggi di antara wilayah lain di Kalimantan Tengah.

Dalam perjalanannya, kualitas udara Sampit terus memburuk sejak pagi hari. Kendati begitu, statusnya tak pernah turun dari status berbahaya.

Sampit juga memiliki polutan utama yang tinggi. Saat ini, tingkat polutannya berada di angka 693,8 ug/m.

Bahkan dibandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia, kualitas udara Sampit adalah juga yang terburuk.

Sebagai perbandingan, tingkat polutan di sejumlah kota di Kalimantan yang biasanya terhitung tinggi, seperti Mempawah, Kubu Raya, Sintang, dan Palangka Raya, angka polutannya sudah turun di bawah level 300 ug/m.

Saat ini, terdapat empat titik di Kalimantan Tengah dengan status udara berbahaya. Di samping Sampit, titik lainnya adalah Petak Bahandang (Katingan), Mengkatip (Barito Selatan), dan Puruk Cahu (Murung Raya).

Kualitas udara terburuk Kalteng

Status berbahaya

1.Sampit (Kotawaringin Timur) 1.234 AQI/US

2.Mengkatip (Barito Selatan) 527.AQI/US

3.Petak Bahandang (Katingan) 521 AQI/US

4.Puruk Cahu (Murung Raya) 349 AQI/US

Sangat tidak sehat

5.Palangka Raya 255 AQI/US

6.Kumai (Kotawaringin Barat) 245 AQI/US.

7.Barimba (Kapuas) 237  AQI/US