KALAMANTHANA, Sampit – Kebakaran yang melanda dua bangunan semi permanen di Kelurahan Ketapang, mengakibatkan kerugian Rp500 juta. Tapi, penyebab kebakaran belum diketahui.

Kebakaran melanda dua bangunan semi permanen di Jalan Iskandar 23, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Kotawaringin Timur, Selasa 27 Oktober 2026 dinihari.

Kebakaran tersebut terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap. Api membakar dua bangunan milik warga hingga memerlukan penanganan petugas pemadam kebakaran untuk mencegah kobaran meluas ke bagian lain di sekitarnya.

Kasi Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Hery Wahyudi, mengatakan berdasarkan laporan sementara, nilai kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai setengah miliar rupiah.

“Berdasarkan laporan sementara, kerugian akibat kebakaran dua bangunan tersebut ditaksir mencapai Rp500 juta. Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui,” ujarnya.

Informasi kejadian diterima petugas sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah laporan masuk, personel langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 03.42 WIB untuk melakukan pemadaman.

Petugas berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak terus meluas. Sekitar pukul 03.58 WIB, api berhasil dilokalisir, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Dalam operasi tersebut, Disdamkarmat Kotim mengerahkan tiga unit kendaraan, terdiri dari dua mobil tangki pemadam kebakaran dan satu unit mobil pemadam. Penanganan juga mendapat bantuan dari relawan pemadam kebakaran Kotim serta tim Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Dua bangunan yang terbakar diketahui milik Masitah, 67, dan Diah, 68. Keduanya merupakan bangunan dengan konstruksi semi permanen. Berdasarkan laporan petugas, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pendinginan dan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan situasi aman. Seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 04.40 WIB, sebelum personel kembali ke Markas Komando Disdamkarmat Kotim.

Hery menegaskan, hingga proses penanganan berakhir, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran maupun titik awal munculnya api.

“Petugas telah menyelesaikan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Namun, untuk penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat menimbulkan kerugian besar, terlebih ketika terjadi di kawasan permukiman. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan peralatan elektronik sesuai standar, serta memastikan kompor dan sumber api lainnya dalam kondisi aman sebelum beristirahat merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran.

Warga juga diimbau segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin. Respons cepat sangat penting untuk membatasi penyebaran api sekaligus melindungi keselamatan masyarakat dan harta benda. (su)