KALAMANTHANA, Sampit – Musibah kebakaran menyisakan duka bagi Jasman, warga Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya hangus dilalap api dalam peristiwa kebakaran yang terjadi Jumat (30/10/2026) siang.

Kini, tidak banyak yang tersisa dari bangunan tersebut. Sebagian besar material rumah telah berubah menjadi arang dan puing-puing berserakan. Bangunan yang sebelumnya menjadi tempat berteduh dan menjalani aktivitas sehari-hari itu kini tidak lagi bisa ditempati.

Peristiwa kebakaran terjadi sesaat setelah warga menyelesaikan salat Jumat. Waktu tersebut merupakan saat masyarakat mulai meninggalkan masjid dan kembali ke rumah masing-masing untuk melanjutkan aktivitas.

Namun, suasana siang itu berubah menjadi kepanikan setelah rumah milik Jisman dilanda kebakaran. Api menghanguskan bangunan hingga tidak menyisakan bagian rumah yang dapat dimanfaatkan kembali.

Warga setempat, Hadlianor, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kebakaran berlangsung setelah masyarakat selesai melaksanakan salat Jumat. Peristiwa itu menjadi perhatian warga karena rumah yang terbakar merupakan tempat tinggal salah seorang warga setempat.

"Memang kejadiannya setelah salat Jumat. Saat itu warga baru selesai beribadah di masjid. Musibah kebakaran tersebut mengakibatkan rumah Jisman habis terbakar," ungkap Hadlianor, Minggu (1/11/2026).

Dampak kebakaran terlihat dari kondisi bangunan yang kini sudah tidak berbentuk rumah lagi. Kayu-kayu yang sebelumnya menjadi bagian konstruksi bangunan tampak menghitam, sementara material lainnya berserakan di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut menggambarkan besarnya dampak yang harus dihadapi pemilik rumah. Kehilangan tempat tinggal tentu bukan persoalan ringan, sebab rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat berlindung sekaligus ruang untuk menjalani kehidupan bersama keluarga.

Setelah kebakaran, Jisman harus menghadapi kenyataan bahwa tempat tinggalnya tidak lagi dapat digunakan. Untuk kembali memiliki hunian yang layak, diperlukan upaya dan biaya yang tidak sedikit, terlebih jika kerusakan sudah mencapai seluruh bagian bangunan.

Hadlianor berharap musibah yang dialami Jisman mendapat perhatian dari berbagai pihak. Ia berharap ada kepedulian masyarakat maupun pihak terkait untuk membantu meringankan beban korban setelah kehilangan rumah akibat kebakaran.

"Semoga ada pihak yang tergerak untuk membantu Jisman. Kondisi rumahnya sekarang sudah habis terbakar dan tidak bisa ditempati lagi. Mudah-mudahan ada bantuan atau kepedulian dari masyarakat maupun pihak terkait agar beban yang dihadapinya bisa sedikit diringankan," harapnya.

Menurutnya, kepedulian dan bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi warga yang sedang tertimpa musibah. Terlebih, kebutuhan untuk kembali membangun tempat tinggal tentu menjadi salah satu hal yang perlu dipikirkan setelah seluruh bangunan habis dilalap api.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Kewaspadaan terhadap kondisi instalasi listrik, penggunaan peralatan rumah tangga, serta sumber api lainnya perlu terus ditingkatkan untuk mengurangi risiko kejadian serupa.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan rumah Jisman belum diketahui. Besaran kerugian material yang dialami korban juga belum diperoleh secara pasti.

Kini, yang tersisa di lokasi hanyalah puing-puing dan arang. Sementara bagi Jisman, musibah tersebut menjadi awal perjuangan untuk kembali memiliki tempat tinggal setelah rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh habis dilalap api. (su)