KALAMANTHANA, Muara Teweh – Setelah dilaporkan hilang sejak 21 Desember 2018, warga Desa Trinsing menemukan jasad Hatrani alias Ganto (80) di areal sawah di Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Senin (18/2) siang.

Penemuan mayat dalam bentuk tulang-belulang pertama kali diketahui oleh Suliati dan Ginawati, saat mereka sedang memancing di persawahan. Keduanya melihat jasad manusia di rawa mengenakan baju kuning bergambar Golkar dan celana training warna abu-abu. Temuan itu dilaporkan ke Polsek Teweh Selatan.

Kepala Polsek Teweh Selatan, Iptu Daryono, membenarkan adanya penemuan mayat di Trinsing, Setelah diidentifikasi, polisi memastikan mayat tersebut adalah Kakek Ganto. “Sebelumnya, polisi juga sudah membuatkan selebaran tentang orang hilang. Lokasi penemuan mayat terletak di sebelah kanan jalan poros, sekitar satu km masuk ke dalam,” ujarnya kepada wartawan,kemarin.

Menurut Daryono, berdasarkan informasi dari pihak keluarga dan masyarakat, Kakek Ganto memiliki penyakit pikun. Sebelum kejadian ini, beberapa kali korban pergi dan menghilang dari rumah, tetapi bisa ditemukan.

Salah satu putra korban, Ali Mirhan, memastikan jasad sang ayah yang ditemukan sekitar 1,5 km dari rumah adiknya yang selama ini menjadi tempat tinggal korban. “Dia memang ayah kami. Itu sesuai dengan pakain yang dikenakannya berupa baju warna kuning dan celana panjang,” katanya.

Usai visum oleh petugas medis Puskesmas Trahean, jenasah Kakek Ganto langsung dimakamkan, di pemakamam umum muslimin di Desa Trinsing, Senin.(mel)