KALAMANTHANA, Palangka Raya - Ojek Online (OJOL) melapor ke Satlantas Polresta Palangka Raya karena merasa terganggu dan tidak tenang saat menerima atau mengantar orderan. Hal ini di sebabkan dengan adanya balapan liar  di beberapa wilayah di Kota Palangka Raya.

Beberapa Jalan di Kota Palangka Raya yang terindikasi digunakan untuk balap liar diantaranya Jalan Dr Murjani, Diponegoro, RTA Milono, Ir Soekarno dan Adonis Samad. Jalan tersebut sering dilalui oleh para ojol ketika ambil ataupun antar orderan.

Hal ini di sampaikan oleh salah satu ojol bernama Muhamad Syarif yang mengatakan bahwa ada anggota ojol yang sering berpapasan dengan para pelaku balap liar bahkan sampai di suruh minggir. Agar cepat sampai ke alamat yang dituju ojol tersebut terpaksa mencari jalan pintas.

"Sampai di suruh minggir dan berhenti karena harus cepat antar orderan terpaksa mencari jalan pintas  agar terhindar dari mereka dan ini merasa terhambat karena ada balap liar," Kata Muhamad Syarif, Kamis (4/3/2026) Pagi.

Dijelaskan Syarif, Bahwa dengan adanya balap liar ini teringat salah satu anggota ojek online dalam beberapa bulan lalu saat antar orderan terlibat kecelakaan oleh remaja yang kebut - kebutan hingga anggota ojol atau temannya tersebut meninggal dunia.

Saat ini karena bulan puasa jadi terima orderan itu mulai dari malam hari sampai menjelang sahur.

"Semoga pihak Kepolisian lebih memperketat lagi patroli karena ini sangat meresahkan sekali dan mengingat temannya dulu meninggal dunia karena kecelakaan dengan remaja yang diduga balap liar," Jelasnya.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polresta Palangka Raya Ipda Dedi Hendra Kurniawan menjelaskan bahwa pihaknya rutin melaksanakan patroli antisipasi balapan liar mulai dari Pukul 23.00 sampai 04.00 setelah subuh.

Sejumlah Ojol yang mendatangi Pos Satlantas Polresta Palangka Raya yang melaporkan adanya balapan liar langsung di tindak lanjuti dan pada saat itu anggota Satlantas juga sedang berpatroli sehingga para pelaku balap liar dibubarkan agar tidak mengganggu para pengguna jalan.

"Kita melaksanakan patroli dari malam sampai pagi dan para pelaku balap liar ini justru malah main kucing - kucingan akan tetapi kita tetap membagi tim untuk menjaga beberapa jalan yang sering di gunakan untuk balapan liar," tandasnya. (ab)