KALAMANTHANA, Penajam – Banjir melanda Jalan Provinsi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Tiga hal jadi penyebabnya.

Banjir tersebut terjadi di dua RT di Jalan Provinsi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara. Keduanya yakni RT 02 dan 06.

Air mulai naik dan merendam wilayah tersebut sekitar pukul 07.00 Wita. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara baru mendapatkan laporan 50 menit kemudian.

Banjir menyebabkan total 7 unit rumah terdampak. Ketujuh rumah itu dihuni 12 kelapa keluarga dengan total 42 jiwa. Sebanyak lima rumah di RT 02 dan dua rumah lainnya di RT 06.

Di kedua RT tersebut, ketinggian air rata-rata berada pada kisaran 15-20 cm. Namun, air yang masuk ke rumah warga hanya pada kisaran 5-10 cm.

Tiga hal disebut-sebut sebagai penyebab banjir di Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam tersebut. Salah satunya adalah hujan sedang-lebat.

Sehari sebelumnya, BMKG sudah merilis peringatan dini akan terjadi hujan sedang-lebat yang bisa disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Kecamatan Penajam dan sekitarnya.

Pada waktu bersamaan, hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi pada Rabu 29 Juli 2026 sekitar 1,5 jam. Dimulai pukul 06.00 dan baru berakhir jam 07.30 Wita.

Di Kelurahan Lawe-Lawe, air mulai naik sekitar pukul 07.00 WIB. Akibatnya, aliran drainase meluap dan berdampak pada naiknya tinggi muka air di jalan provinsi yang berujung terendamnya rumah warga.

Kondisi diperparah karena di saat bersamaan, terjadi pasang tinggi air laut pada poin 2.7. Pasang itu terjadi antara pukul 06.00-07.00 Wita.

BPBD Penajam Paser Utara langsung menuju lokasi banjir dan bergabung dalam tim gabungan. Mereka melakukan pendataan korban terdampak di lokasi kejadian.

Tim gabungan kemudian melakukan pengaturan arus lalu lintas, identifikasi kondisi saluran drainase, termasuk adanya penyumbangan dan sedimentasi, serta memantau kondisi tinggi muka air di wilayah terdampak. (*)