KALAMANTHANA, Sampit – Kebakaran terjadi di Jalan Niaga, Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu 7 November 2026 siang.

Kobaran api melanda sebuah bangunan semi permanen hingga membuat petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotawaringin Timur harus bergerak cepat ke lokasi.

Peristiwa tersebut dilaporkan warga bernama Fajar kepada petugas piket Damkarmat sekitar pukul 14.18 WIB. Setelah memastikan informasi kejadian, petugas langsung mengerahkan armada dan personel menuju lokasi pada pukul 14.20 WIB.

Sekitar sembilan menit perjalanan, petugas tiba di tempat kejadian dan langsung melakukan operasi pemadaman. Upaya tersebut membuahkan hasil. Kobaran api berhasil dilokalisir sekitar pukul 14.36 WIB sehingga tidak merembet ke objek lainnya.

Komandan Regu III Damkarmat Kotim, Harianto, menjelaskan bahwa begitu menerima laporan, pihaknya langsung mengatur pengerahan personel dan armada agar kebakaran segera tertangani.

"Prioritas kami saat tiba di lokasi adalah mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke bagian lain. Setelah api berhasil dilokalisir, petugas melanjutkan pendinginan dan pemeriksaan untuk memastikan kondisi benar-benar aman," ujar Harianto.

Bangunan yang terbakar diketahui milik dua orang lansia, Masrani (65) dan Bulan (60). Bangunan berkonstruksi semi permanen tersebut memiliki ukuran sekitar 6 x 4 meter. Berdasarkan laporan petugas, tidak ada objek lain yang terdampak dalam kejadian itu.

Untuk menangani kebakaran, Damkarmat Kotawaringin Timur mengerahkan mobil tangki pemadam 13, mobil unit pemadam 05, serta satu unit Hilux Rescue. Penanganan juga diperkuat personel Regu III, Regu I, Sektor Eka Bahurui dan Peleton I.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Besaran kerugian material juga belum dapat dipastikan.

Harianto mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Pemeriksaan instalasi listrik dan penggunaan peralatan yang dapat memicu api perlu dilakukan secara berkala.

"Kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan masing-masing. Jika menemukan kebakaran, segera sampaikan laporan kepada petugas supaya penanganan bisa dilakukan secepat mungkin dan dampaknya tidak semakin besar," imbaunya.

Operasional pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 14.48 WIB. Setelah memastikan situasi aman, seluruh personel kembali ke Markas Komando Damkarmat Kotim untuk melanjutkan kesiapsiagaan. (su)