KALAMANTHANA, Sampit – Ketenangan pagi di jalur Parenggean, Kotawaringin Timur, mendadak mencekam. Kecelakaan melibatkan truk dan pikap terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa nahas kecelakaan truk vs pikap itu terjadi sebelum Simpang Pelantaran dari arah Parenggean, Minggu 3 Mei 2026.
Benturan keras antara kedua kendaraan membuat mobil pikap mengalami kerusakan berat di bagian depan hingga ringsek, menandakan kuatnya dampak tabrakan.
Dalam video amatir yang beredar di masyarakat, terlihat sejumlah warga dengan sigap berupaya mengevakuasi korban dari dalam kendaraan. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu mengeluarkan korban dari kabin pikap yang rusak parah.
Suara benturan yang cukup keras sontak memecah kesunyian pagi dan mengundang perhatian warga sekitar.
Sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi langsung berhamburan menuju titik kejadian untuk memberikan pertolongan. Suasana sempat dipenuhi kepanikan, terlebih saat melihat kondisi korban di lokasi.
“Truk dan pikap. Dua orang sopir terluka. Sopir pikap luka parah, sopir truk belum tahu,” ujar seorang warga, AR.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, sopir pikap mengalami luka serius dan menjadi korban paling parah dalam insiden tersebut. Sementara itu, kondisi sopir truk masih belum dapat dipastikan karena keterbatasan informasi yang diperoleh warga saat kejadian berlangsung.
Korban kemudian dibawa ke rumah warga terdekat untuk mendapatkan penanganan awal sebelum akhirnya dilarikan ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Belum tahu kondisi korban saat ini, namun tadi korban sudah dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti kronologi lengkap kecelakaan, termasuk arah datang kedua kendaraan maupun faktor penyebab tabrakan. Aparat berwenang dikabarkan telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. (su)