KALAMANTHANA, Sanggau – Pria tua berinisial MT meregang nyawa di jalanan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau. Dia menjadi korban kecelakaan Wuling dan truk tangki BBM.

Kecelakaan itu terjadi di Jalan Raya Batang Tarang-Tayan Hulu, tepatnya di Desa Kebadu, Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Sabtru 23 Mei 2026.

Kecelakaan di Balai Batang Tarang tu bermula saat pikap Wuling bernomor polisi KB 477 XX melaju dari arah Tayan Hulu menuju Tayan Hilir. Mobil tersebut dikemudikan SAK (25), warga Dusun Layau, Desa Palem Jaya, Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau.

Di dalam pikap Wuling terdapat seorang penumpang MT (71), warga Dusun Bodok, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. Keduanya diketahui tengah melakukan perjalanan menuju arah Tayan Hilir.

Saat melintas di kawasan Dusun Kebadu, pikap Wuling diduga mengalami pecah ban depan sebelah kanan. Kondisi itu menyebabkan kendaraan kehilangan kendali dan bergerak melebar ke jalur kanan jalan.

Saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju kendaraan roda enam jenis tangki merek Mercedes Benz warna merah putih dengan nomor polisi KB 8823 SG yang dikemudikan oleh SI (42), warga Desa Wajok, Kabupaten Mempawah.

Karena jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Benturan keras pun terjadi di badan jalan dan mengakibatkan kedua kendaraan mengalami kerusakan.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi pickup Wuling, SAK, mengalami luka lecet dan nyeri pada bagian dada. Sementara penumpangnya, MT, dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Kapolsek Batang Tarang, Ipda Miskun, mengatakan pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Petugas langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, membantu evakuasi korban, serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak sebelum melakukan perjalanan, terutama kondisi ban kendaraan. Faktor teknis seperti pecah ban dapat memicu kecelakaan fatal apabila pengendara tidak melakukan pemeriksaan secara berkala,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait insiden tersebut serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menjaga konsentrasi selama berkendara demi keselamatan bersama di jalan raya,” tambah Miskun. (*)