KALAMANTHANA, Sampit – Pagi yang seharusnya menjadi awal aktivitas warga justru berubah mencekam di Jalan Sudirman, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menelan pandangan pengendara di kawasan Pal 11, Sabtu 29 Agustus 2026 pagi. Sementara kualitas udara Kotim tercatat berada dalam kategori berbahaya.

Asap tampak menutup pandangan di sepanjang ruas jalan. Kendaraan yang seharusnya mudah terlihat dari kejauhan berubah menjadi bayangan samar di balik kabut.

Bahkan, truk Fuso yang berukuran besar pun terlihat seperti tenggelam ketika memasuki kepungan asap.

Situasi ini membuat pengendara tidak bisa leluasa melaju. Kecepatan kendaraan harus diturunkan karena pandangan ke depan begitu terbatas.

Kondisi jalan yang relatif sepi justru terasa mencekam ketika asap tebal menggantung rendah dan menutup sebagian jalur yang dilalui kendaraan.

Kepungan asap tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan karena terjadi di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim.

Sehari sebelumnya, Jumat (28/8/2026), kebakaran lahan kembali terjadi di sejumlah titik di pinggir Jalan Sudirman.

Api yang membakar lahan di sekitar jalur tersebut meninggalkan kepulan asap yang kemudian menyebar ke kawasan jalan.

Pada kondisi tertentu, asap dapat bertahan dan menumpuk ketika pergerakan udara tidak cukup kuat untuk mengurainya.

Dampaknya langsung terasa bagi masyarakat yang menggunakan Jalan Sudirman. Jalur yang biasanya menjadi lintasan kendaraan berubah menjadi kawasan dengan pandangan terbatas.

Pengendara harus lebih waspada karena kendaraan lain dapat muncul secara tiba-tiba dari balik asap.

Jalan Sudirman juga menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat Sampit dan wilayah sekitarnya. Jika kepungan asap semakin tebal atau berlangsung lebih lama, aktivitas perjalanan masyarakat berpotensi ikut terganggu.

Kondisi tersebut menjadi alarm bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya berfokus pada pemadaman api.

Dampak lanjutan berupa asap yang menyebar ke kawasan permukiman dan jalur transportasi juga perlu menjadi perhatian karena menyentuh langsung keselamatan dan aktivitas masyarakat.

Pengendara yang melintas di kawasan Sudirman diminta tidak memaksakan diri ketika jarak pandang terlalu terbatas. Kecepatan perlu disesuaikan dengan kondisi jalan, sementara kewaspadaan harus ditingkatkan ketika memasuki kawasan yang tertutup asap.

Di tengah ancaman karhutla yang masih membayangi Kotim, kondisi Jalan Jenderal Sudirman pada Sabtu pagi menjadi potret mengkhawatirkan: lahan terbakar di pinggir jalan, asap menyebar, dan jalanan pun tertutup kabut tebal. (su)