KALAMANTHANA, Kuala Pembuang – Musim kemarau membuat warga di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, sejumlah sumur bor milik warga dilaporkan turut mengering.

Dapil II Kabupaten Seruyan mencakup empat kecamatan, yaitu Danau Sembuluh, Hanau, Seruyan Raya, dan Danau Seluluk.

Anggota DPRD Kabupaten Seruyan, Sukran Ma’mun, menyampaikan bahwa krisis air bersih menjadi salah satu dampak nyata yang paling dirasakan masyarakat selama musim kemarau saat ini.

“Kalau air bersih sudah pasti terdampak di musim kemarau ini. Jangankan sumur galian biasa, sumur bor pun mengering. Jadi, rata-rata warga di sana memang kesulitan mendapatkan sumber air,” ujar Sukran, Selasa (15/9/2026).

Menurut politisi Partai Golkar tersebut, keterbatasan sumber air ini juga menjadi kendala serius dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tim pemadam di lapangan harus berjuang ekstra untuk mencari sumber air yang masih tersisa demi memadamkan api.

Meski demikian, Sukran mengapresiasi langkah sejumlah perusahaan swasta di wilayah tersebut yang turut membantu menyediakan sumber air dari waduk milik mereka untuk mendukung proses pemadaman karhutla. (sdr)