KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Anggota DPRD Kabupaten Kapuas dari Fraksi Partai Golkar, H Abdullah, meminta pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta instansi terkait lainnya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pasalnya, kondisi kabut asap berpotensi mengganggu distribusi dan ketersediaan sejumlah bahan pangan, sehingga dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga barang kebutuhan pokok di pasaran.
“Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta instansi terkait lainnya agar dapat menjaga stabilitas harga di lapangan. Karena akibat kabut asap ini, harga ikan, telur, beras, dan sayur kemungkinan naik sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000,” kata H Abdullah dalam rapat paripurna DPRD Kapuas, Senin (26/10/2026).
Menurut legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut, kenaikan harga kebutuhan pokok tentu akan semakin membebani masyarakat, terutama di tengah kondisi bencana kabut asap yang masih terjadi saat ini.
“Tentu kasihan masyarakat yang harus menanggung dampak kenaikan harga tersebut. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengambil langkah antisipasi agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga,” ujarnya.
Selain meminta pengawasan harga, Abdullah juga menyarankan pemerintah daerah agar lebih gencar menggelar kegiatan pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Menurutnya, pasar murah dapat menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat, khususnya apabila terjadi kenaikan harga sejumlah bahan pangan di pasaran.
Ia juga meminta pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan masyarakat yang terdampak kabut asap, di antaranya dengan menyediakan oksigen gratis bagi warga yang membutuhkan, mendistribusikan air bersih, memberikan bantuan pompa air, serta membangun sumur bor di lingkungan masyarakat yang memerlukan.
“Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan berbagai bantuan yang dibutuhkan masyarakat, baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun untuk mengantisipasi dampak kabut asap,” pungkasnya. (fan)