KALAMANTHANA, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Habib Sayyid Abdurrahman, meminta PT PLN (Persero) segera mempercepat pemulihan sistem kelistrikan yang terganggu hingga memicu pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalteng. Percepatan itu dinilai mendesak agar layanan listrik kembali normal dan aktivitas warga tidak terus terhambat.

Menurut Habib, listrik kini menjadi penopang utama berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, pelayanan pemerintahan, layanan kesehatan, dunia usaha, hingga kebutuhan rumah tangga.

“Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang saat ini hampir tidak bisa dipisahkan dari berbagai aktivitas sehari-hari, baik untuk pendidikan, pelayanan publik, usaha, maupun kebutuhan rumah tangga,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Ia menegaskan, PLN, khususnya PLN UP3 Palangka Raya, perlu mengerahkan seluruh sumber daya untuk menuntaskan gangguan. Makin lama pemulihan berlangsung, makin besar dampak sosial dan ekonomi yang ditanggung masyarakat. Pemadaman yang berkepanjangan juga berpotensi menghambat kegiatan ekonomi, layanan publik, dan proses belajar mengajar yang kini banyak bergantung pada perangkat berbasis internet.

“Pemadaman listrik yang berlangsung dalam waktu cukup lama berpotensi menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat. Karena itu, langkah percepatan perbaikan perlu menjadi prioritas agar pelayanan kelistrikan dapat kembali normal,” katanya.

Habib mengungkapkan, DPRD Kalimantan Tengah menerima sejumlah laporan warga tentang dampak pemadaman. Salah satunya menimpa seorang peserta ujian seleksi masuk perguruan tinggi di Palangka Raya yang tidak bisa mengikuti ujian karena listrik padam dan jaringan internet terputus.

“Ini menjadi contoh nyata dampak yang dirasakan masyarakat. Kemungkinan masih banyak bentuk kerugian lain yang dialami warga akibat gangguan listrik tersebut,” ucapnya.

Ia berharap tim teknis PLN di lapangan bekerja maksimal agar gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan segera teratasi. PLN juga diminta menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala supaya warga tidak bingung. Masyarakat diimbau tetap tenang dan melakukan langkah antisipasi selama menunggu pasokan listrik pulih.

“DPRD Kalteng akan terus memantau perkembangan penanganan gangguan kelistrikan tersebut dan mendorong PLN untuk segera menyelesaikan seluruh kendala yang ada,” tegasnya. (adt)