KALAMANTHANA, Palangka Raya – Pemadaman listrik bergilir yang masih melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dinilai menjadi saat yang tepat untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan. DPRD Kalimantan Tengah mendorong pemerintah bersama pihak terkait menjadikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi daerah.

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Asdy Narang, menyebut Kalteng memiliki potensi besar untuk PLTS. Wilayahnya luas dan intensitas sinar matahari melimpah. Menurutnya, energi surya bukan sekadar alternatif pasokan listrik, melainkan juga penopang pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Keberadaan PLTS perlu menjadi salah satu prioritas untuk memperkuat ketahanan energi daerah, sekaligus menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan listrik,” katanya, Rabu (1/7/2026).

Asdy menambahkan, gangguan pasokan listrik belakangan ini menunjukkan perlunya diversifikasi sumber energi. Bergantung pada satu sistem pasokan dinilai berisiko menimbulkan dampak luas bila terjadi kendala teknis.

Ia menegaskan, pemadaman tidak hanya mengganggu aktivitas warga di rumah. Sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan pemerintahan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat ikut terdampak.

Karena itu, anggota DPRD Kalimantan Tengah tersebut menilai ketahanan energi harus menjadi perhatian bersama agar layanan publik tetap berjalan optimal. Menurutnya, program elektrifikasi yang selama ini berjalan perlu terus diperkuat dengan pemanfaatan energi terbarukan.

Selain mendukung pemerataan akses listrik, pengembangan PLTS juga diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah pelosok yang masih terbatas jaringan listriknya.

“Pemanfaatan energi terbarukan mampu mendukung pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah pelosok,” pungkasnya. (adt)